
Mengapa Leadership visi itu penting untuk tim
Apa itu Leadership?
Leadership adalah salah satu bagian dari soft skill yang memiliki kegunaan untuk mengembangkan perusahaan dan menjadi skill yang harus dimiliki dari seorang pemimpin. Selain itu leadership adalah proses seseorang dalam memimpin, membentuk, dan mengatur suatu kegiatan menjadi efektif hal ini bertujuan untuk mencapai kebutuhan bersama. Oleh karena itu seorang pemimpin mebutuhkan skill leadership contohnya memimpin anggota dan berkomunikasi yang baik dengan anggotanya.
Moejiono (2002) berpendapat bahwa leadership adalah pengaruh satu arah hal ini dikarenakan pemimpin yang bisa saja memiliki kualitas tertentu sehingga membedakan dirinya dengan anggotanya. Selain itu para ahli secara sukarela cenderung memandang leadership sebagai pendesakan ataupun pemaksaan pengaruh secara tidak langsung dan juga sebagai sarana dalam membentuk kelompok yang sesuai dengan pemimpinnya.
Leadership Visi Style
Leadership style merupakan cara yang digunakan seorang pemimpin untuk mengarahkan, mengatur dan mengendalikan anggota kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama. Seoraang pemimpin memiliki berbagai cara misalnya ada kepemimpinan transformasional, kepemimpinan situsional, kepemimpinan servas dan sebagainya. Berikut ini penjelasan mengenai berbagai cara kepemimpinan yaitu:
- Transformational Leadership. Ini merupakan cara yang efektif dalam membawa perubahan besar bagi suatu kelompok. Biasanya pemimpin yang menggunakan cara ini berfokus terhadap pengembangan individu dan juga memotivasi anggotanya untuk belajar dan berkembang. Pemimpin yang menggunakan cara ini menginspirasi anggotanya untuk ikut aktif berpartisipasi. Selain itu pemimpin transformasional membimbing anggotanya untuk mengeksplorasi diri dengan cara berpikir kreatif. Tentunya pemimpin ini biasanya memiliki etika dan integritas yang tinggi karena biasanya mengandalkan sistem pemberian penghargaan ataupun hukuman bagi anggotanya. Gaya kepemimpinan ini juga menciptakan hubungan emosional pemimpin dan juga anggotanya, hal ini dikarenakan pemimpin dapat menunjukkan rasa empati.
- Servant Leadership. Ini dapat juga disebut kepemimpinan servas. Kepemimpinan servas merupakan cara kepemimpinan yang menganggap kepentingan anggota kelompok merupakan kepentingan yang utama. biasanya pemimpin yang menggunakan cara ini memiliki peran sebagai penopang dan membantu anggotanya dalam menyelesaikan tugas mereka. Cara ini membantu memperkuat hubungan emosional antara pemimpin dan anggotanya dan merupakan perilaku yang positif untuk mencapai tujuan. Karakteristik gaya kepemimpinan ini selain dari hal yang disebutkan diatas adalah pemimpin ini menginspirasi anggotanya untuk saling membantu, tidak hanya itu pemimpin juga membantu mengembangkan perindividu setiap anggota kelompok.
- Situational Leadership. Ini bisa juga disebut kepemimpinan situasional. Kepemimpinan situasional merupakan gaya kepemimpinan yang memiliki anggapan bahwa pemimpin harus mengubah cara mereka dalam mengarahkan, mengendalikn dan mengatur anggota berdasarkan situasi yang ada atau kebutuhan yang berbeda beda. Pemimpin situasional menjadi lebih fleksibel karena cara kerjanya selain itu juga lebih mudah dalam beradaptasi karena menghadapi kebutuhan ataupun situasi yang berbeda beda. Pemimpin ini juga cenderung memberi peringatan kepada anggotanya mengenai peranan mereka untuk mencapai tujuan. Contoh situasi yang memiliki pemimpin yang menggunakan cara kepemimopinan situasional adalah saat perubahan besar terjadi di suatu perusahaan maka perubahan perilaku juga dibutuhkan.

Leadership Visi DevelopmentĀ
Leadership development dapat dilakukan dengan berbagai langkah yaitu dengan cara ini:
- Memahami apa itu jiwa kepemimpinan dan cara melatihnya: Jiwa kepemimpinan adalah sifat yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Memahami apa itu jiwa kepemimpinan dan cara melatihnya dapat membantu Anda membangun kepemimpinan yang lebih baik
- Membangun kemampuan komunikasi: Seorang pemimpin harus dapat dengan jelas menyampaikan visi, maksud, harapan, dan tujuan mereka kepada orang lain. Untuk menjadi komunikator yang handal, seorang pemimpin juga harus meningkatkan kemampuan mereka untuk berkomunikasi secara verbal dan non-verbal serta mendengarkan orang lain
- Memahami Kelebihan dan Kelemahan Diri: Memahami kelebihan dan kelemahan diri sendiri dapat membantu Anda memperbaiki diri dan memperkuat jiwa kepemimpinan
- Salah satu cara untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan adalah dengan memiliki keinginan untuk mencoba hal-hal baru. Anda dapat meningkatkan kepemimpinan Anda melalui pelatihan berbagai keterampilan
- Membangun kesediaan untuk memberikan penjelasan: Membangun kesediaan untuk memberikan penjelasan bahkan sebelum diminta dapat membantu pemulihan atau peningkatan kepercayaan anak buah pada pemimpin
- Membangun kemampuan monitoring: Pemimpin harus secara teratur mengawasi kinerja karyawannya untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai rencana, tetapi mereka tidak harus berpura-pura memiliki otoritas dan mengatur segalanya
- Membangun kesediaan untuk mengakui kesalahan: Pemimpin harus bersedia mengakui kesalahan, bahkan menimpakan kesalahan pada orang lain, karena jika mereka tidak mau mengakui kesalahan, mereka akan kehilangan penghargaan dari orang lain
- Kemampuan untuk mengadaptasi: Pemimpin situasional mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan situasi yang berubah
- Membangun kemampuan untuk mengingatkan: Para pemimpin harus selalu mengingatkan pengikutnya tentang peran mereka dalam mencapai tujuan
- Membangun kemampuan menjadi pemimpin: Meskipun membangun kemampuan menjadi pemimpin membutuhkan waktu dan usaha, Anda dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang lebih baik dengan ketekunan dan konsistensi


